Kolase Foto Putri Candrawathi,Om Kuat dan Ferdy Sambo. Kabar babak belur Kuat Maruf atau Om Kuat beredar di media sosial. Fakta soal hubungan Om Kuat dan Putri Candrawathi juga sudah terungkap.
TRIBUN-TIMUR.COM - Kabar Kuat Maruf asisten Putri Candrawathi babak belur dihajar Ferdy Sambo lagi trending.
Kini sedang heboh kabar dan isu di media sosial soal kejadian kondisi Kuat Maruf tak sadarkan diri setelah dihajar Ferdy Sambo.
Om Kuat dan Ferdy Sambo adalah dua dari lima tersangka kasus pembunuhan Brgadir J atau Brigadir Josua.
Belum diketahui alasan Kuat Maruf sampai dihajar Ferdy Sambo.
Kabar tersebut berawal dari beredarnya di media sosial sebuah video dengan narasi yang menyatakan, tersangka kasus pembunuhan berencana Ferdy Sambo menghajar Kuat Ma'ruf.
Bahkan asisten rumah tangganya itu dilarikan ke rumah sakit.
Dalam video yang beredar itu disebutkan bahwa Kuat Ma'ruf dihajar mantan Kadiv Propam Mabes Polri Ferdy Sambo hingga tak sadarkan diri.
Video itu pertama kali diunggah di Facebook pada 4 September 2022 lalu.
Narasi yang beredar Narasi tentang Ferdy Sambo menghajar Kuat Ma'ruf, hingga Kuat dilarikan ke rumah sakit dibagikan oleh akun Facebook ini.
Akun tersebut membagikan sebuah video berdurasi 6 menit 36 detik, dengan keterangan: DIHAJAR FERDY SAMBO HINGGA TAK SADARKAN DIRI, OM KUAT DILARIKAN KERUMAH SAKIT
Dikutip dari Tim Cek Fakta Kompas.com, setelah video yang mengeklaim bahwa Ferdy Sambo menghajar Kuat Ma'ruf hingga dilarikan ke rumah sakit dicek, hasilnya tidak ditemukan adanya pernyataan Kuat Ma'ruf dihajar Ferdy Sambo yang dimaksud di dalam video tersebut.
Video itu menampilkan sejumlah klip yang tidak terkait dengan narasi Ferdy Sambo menghajar Kuat Ma'ruf.
Beberapa klip identik dengan yang ada di YouTube Refly Harun ini dan ini.
Dalam video Refly Harun yang pertama menampilkan tentang Komnas HAM yang menyebut adanya kekerasan seksual kepada istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi ketika di Magelang.
Di video yang kedua, Refly Harun bersama kuasa hukum keluarga Brigadir J yang menjadi korban pembunuhan, Kamaruddin Simanjuntak, membahas tentang rumitnya kasus pembunuhan ajudan Ferdy Sambo itu.
Dalam dua video tersebut tidak ada pernyataan bahwa Ferdy Sambo menghajar Kuat Ma'ruf.
Sementara video lainnya identik dengan yang ada di tvOne ini.
Video tersebut menampilkan Reza Indragiri Amriel, Pakar Psikologi Forensik. Ia menyampaikan tentang rekontruksi ulang pembunuhan Brigadir J.
Bisikan si Om Kuat dari 'Gua Hantu' berujung pembunuhan Brigadir J. (tribun-medan.com)Klip lain dalam video yang beredar, diketahu juga tidak terkait dengan narasi bahwa Ferdy Sambo menghajar Kuat Ma'ruf.
Misalnya, klip video rekontruksi ulang pembunuhan Brigadir J maupun keterangan dari Komnas HAM.
Kesimpulan Video yang mengeklaim Ferdy Sambo menghajar sopir pribadinya, Kuat Ma'ruf, hingga dilarikan ke rumah sakit tidak benar atau hoaks.
Sejumlah klip dalam video tidak terkait dengan narasi adanya kekerasan yang dilakukan Ferdy Sambo terhadap Kuat Ma'ruf.
Hubungan Om Kuat dan Putri Candrawathi
Hubungan sebenarnya Om Kuat dan Putri Candrawathi terungkap saat kasus pembunuhan Brigadir J bergulir.
Sosok saksi kunci pembunuhan Brigadir J juga sudah diketahui identitasnya.
Salah satu saksi kunci dalam kasus pembunuhan Brigadir J adalah Susi.
Susi adalah pembantu rumah tangga Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Susi disebut-sebut ada di lokasi kejadian di rumah Ferdy Sambo di Magelang.
Nama Susi semakin banyak disebut pengakuan soal suara rintihan istri Ferdy Sambo.
Sejak pembunuhan Brigadir J, keberadaan Susi masih misteri.
Susi juga bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) keluarga Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi seperti Kuat.
Untuk mengungkap kasus pembunuhan Brigadir J yang disebut bermulai terjadi di Magelang, Komnas HAM mengincar Susi.
Bukan itu saja, Susi harus mengikuti pemeriksaan uji kebohongan bersama lima tersangka pembunuhan, memakai lie detector.
Susi dan Kuat Maruf ada di TKP Magelang, yang disebut terjadi pelecehan seksual.
Dari TKP Magelang ini diduga ada peristiwa besar yang membuat Ferdy Sambo marah besar hingga akhirnya menghabisi Brigadir J secara sadis.
Jika merujuk pada kesaksian Kuat Ma’ruf dan Putri Candrawathi, kejadin pertama dugaan adanya pelecehan yakni di di rumah Ferdy Sambo yang terletak di Magelang, Jawa Tengah.
Meski ada ada tiga saksi, yakni istri Ferdy Sambo, Kuat Ma’ruf, dan Susi, akan tetapi peristiwa dugaan pelecehan ini masih misteri.
Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan, Susi adalah satu-satunya saksi yang ada di TKP Magelang yang tidak dijadikan tersangka.
Diduga saat terjadi peristiwa pelecehan, Susi berada di tangga dekat kamar.
Sementara Kuat Ma’ruf berada di bawah, sedang merokok.
Ketika itu Kuat memberi keterangan, melihat Brigadir J mengendap-endap keluar dari kamar Putri Candrawathi.
Dari sana, dikatakan Agus, Susi memberi keterangan jika dirinya mendengar Putri Candrawathi diduga sedang menangis, merintih, atau ekspresi lainnya.
Saat itu juga Kuat yang berada di sana langsung mendatangi Putri Candrawathi untuk memastikan kondisi majikannya.
"Hal ini (kondisi istri Ferdy Sambo) terkomunikasi antara S (Susi) dan KM (Kuat),” kata Agus.
"KM (Kuat) ada di kamar untuk memastikan kondisi PC (istri Ferdy Sambo) yang ada di kamar terduduk di depan kamar mandi dikuatkan dengan keterangan S,” lanjut Agus, Kamis 8 September 2022.
Komjen Agus juga membantah kabar adanya hubungan spesial antara Kuat dan Putri.
Isu perselingkuhan tersebut awalnya dibongkar mantan pengacara Bharada E, Deolipa Yumara.
Deolipa saat di acara TV One mengatakan, Kuat dan istri Ferdy Sambo diduga berselingkuh hingga terjadinya hubungan terlarang di dalam kamar pribadi Ferdy Sambo.
“Karena Kuat Maruf baru seminggu masuk (kerja) setelah hampir dua tahun (berhenti) karena pandemi Covid-19.
Kuat Maruf kena Covid hal itu terkonfirmasi dan saksi-saksi yang lainnya,” kata Agus.
Kuat Ma’ruf sudah bekerja selama 14 tahun bersama Putri Candrawathi.
Kuat sudah bekerja sebelum Ferdy Sambo menjadi jenderal bintang dua. (*)

Posting Komentar
Posting Komentar