Cerita Pegi Setiawan selama berada di tahanan pada kasus Vina Cirebon.
Diketahui, Pegi Setiawan ditahan selama 49 hari lamanya dan mengaku pernah mendapat perlakuan kasar dari penyidik.
Namun, Pegi juga menyebutkan beberapa polisi yang baik terhadap dirinya selama berada di tahanan Polda Jabar.
Berikut sosok polisinya:
1. Kompol Agus Mujianto
Sosok polisi tersebut adalah Kompol Agus Mujianto, seorang Wadir (Direktorat Tahanan dan Barang Bukti) Tahti Polda Jabar.
Pegi menceritakan, Kompol Agus merupakan orang pertama yang memberinya kabar bahwa sudah bebas.
Bahkan, ia juga mendapatkan ucapan selamat langsung dari Kompol Agus atas kebebasannya tersebut.
"Dia memberitahu bahwa sudah ada putusan bahwa kamu pulang, terus beliau ngomong kayak gitu sama saya."
"Beliau langsung mengungkapkan sama yang lain, 'untuk yang lain kalau kalian benar, pertahankan kebenaran, kalau kalian salah kalian harus akui kesalahan kalian'," cerita Pegi seperti dilansir dari Diskursus Net di Youtube yang tayang pada Jumat (13/7/2024), dikutip dari Tribunnews.com
"Ini Pegi salah satu contoh terbaik dan ini motivasi buat kalian semua biar kalian semua bisa lebih baik ke depannya'," ujar Pegi menirukan ucapan Kompol Agus.
Selama di tahanan, Pegi mengaku akrab dengan beberapa polisi, termasuk Kompol Agus tadi.
"Kalau beliau saya acungi jempol, Pak. Luar biasa, masih ada polisi baik," kata Pegi.
Diakui Pegi, perlakuan Agus terhadap Pegi berbanding 180 derajat dengan perlakuan penyidik terhadapnya saat pertama kali ditangkap.
"Beliau kalau kunjungan ke tahanan selalu memberikan motivasi biar tahanan semakin bangkit semakin kompak gitu. Bagus," ungkap Pegi.
Atas kebaikan Kompol Agus itu, Pegi percaya masih ada polisi yang baik.
"Kalau beliau saya acungi jempol, Pak. Luar biasa, masih ada polisi baik," kata Pegi.
2. AKBP Hadianur
Selain Kompol Agus, ada juga Dir Tahti Polda Jabar AKBP Hadianur yang memberikan perlakuan baik kepada Pegi.
AKBP Hadianur datang ke ruangan Pegi dan menyampaikan ucapan selamat kepada atas kebebasan itu.
“Dir Tahtinya juga (mengucapkan selamat), saya kurang kenal namanya, soalnya baru pertama kali (ketemu),” kata Pegi Setiawan.
Bahkan saat Pegi Setiawan hendak pulang, para polisi baik itu memeluk dan mengajak tahanan lain bersholawat.
“Meriah banget pak, pada tepuk tangan semua tahanan, berdoa bersama juga,” jelas Pegi.
Selama di dalam tahanan, Pegi juga mengaku mendapat perlakuan khusus dari petugas lainnya.
“Malah kata tahanan yang lain ‘ih kamu mah dispesialin’,” ucap Pegi Setiawan.
3. AKBP Rudie Trihandoyo
Selain Kompol Agus dan AKBP Hadianur, sosok polisi baik lainnya juga diungkap oleh Kuasa Hukum Pegi, Sugianti Irianti.
Polisi baik yang dimaksud itu adalah Kasubdit II Jatanras Polda Jabar, AKBP Rudie Trihandoyo dan Kanit II Jatanras Subdit III, Kompol Deni Muktamar.
Sugianti mengatakan, AKBP Rudie menyampaikan permintaan maaf setelah melakukan gelar perkara sebelum benar-benar membebaskan Pegi.
“Saat kemarin setelah gelar perkara untuk mengeluarkan SP3, saya dipanggil oleh Kasubdit, dia bilang minta maaf. Pak Rudie yang botak itu,” ungkap Sugianti.
Kepada Sugianti, AKBP Rudie telah mengakui kesalahan, yakni soal salah tangkap.
“Dia bilang mohon maaf karena memang ini adalah kesalahan dia, maaf telah melakukan kesalahan yaitu salah tangkap,” jelasnya.
Dikatakan Sugianti, AKBP Rudie ternyata masih ingat teriakan Sugianti yang mengatakan polisi telah salah tangkap.
“'Saya masih ingat ibu di lorong ini teriak-teriak ‘ini salah tangkap ini salah tangkap’',” kata Sugianti menirukan ucapan AKBP Rudie.
4. Kompol Deni
Kompol Deni pun demikian, menyampaikan permintaan maaf kepada pihak Pegi.
"Pada saat setelah putusan, kita salaman, Pak Kanit bilang mohon maaf yah ini salah tangkap, selesai persidangan, Pak Denny Muchtamar," jelas Sugianti lagi.
(Bangkapos.com/Tribun Sumsel/Laily Fajrianty)

Posting Komentar
Posting Komentar