Sejak kasus Vina Cirebon mencuat, nama Sunjaya Purwadi Sastra eks Bupati Cirebon ikut terserat.
Anak Sunjaya dituding terlibat dalam kasus tewasnya Vina dan Eky pada 2016 silam.
Berdasarkan narasi nitizen, Pegi Cianjur adalah anak Sunjaya Purwadi Sastra eks Bupati Cirebon.
Netizen membuat narasi bahwa Pegi Cianjur dibuang oleh Sunjaya.
Netizen menduga Pegi dibuang ke Cianjur untuk menghindari kasus pembunuhan tersebut.
Lalu Pegi juga disebutkan dirawat oleh mantan sopir Eks Bupati yang bernama Cecep.
Untuk membuktikan bahwa tudingan tersebut salah, Pegi Cianjur lantas melakukan tes DNA.
Hasil tes DNA Pegi Setiawan Cianjur diumumkan oleh Dedi Mulyadi.
Hasil tes DNA Pegi Setiawan Cianjur menyatakan bahwa ia bukanlah anak mantan Bupati Cianjur Sunjaya Purwadi Sastra.
Dengan begitu, kecurigaan netizen tak terbukti.
Nama: Sunjaya Purwadi Sastra
Tempat, tanggal lahir: Beberan, Palimanan, Cirebon 1 Juni 1965
Pendidikan:
- Sekolah Dasar Negeri (SDN) Beberan
- SMPN Beberan
- Madrasah aliyah Negeri Babakan Ciwaringin
- PON PES Miftahul Muta'alimin Babakan Ciwaringin
- STIA YAPPAN Jakarta
- Magister Manajemen STIE Jakarta
- Magister Sains UI Jakarta
- S3 Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)
Nama istri: Wahyu Tjiptaningsih
Nama anak: Satria Robi Saputra, Sela Syahvira Amalia, Resyah Prima Hanjaya, dan Ramadhani Syahputra.
Sunjaya Purwadi Sastra adalah Bupati Cirebon ke-27 dalam sejarah kabupaten di Jawa Barat ini sejak tahun 1800.
Ia menjabat sebagai bupati, didampingi Tasiya Soemadi (Al Gotas) sebagai wakil pada periode 2014-2019.
Sebelum terjun ke dunia politik, dia merupakan prajurit TNI Angkatan Darat dengan pangkat terakhir Letnan Satu.
Satu hal yang paling disorot dalam masa jabatan Sunjaya Purwadi Sastra sebagai Bupati Cirebon adalah saat dirinya terjerat operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 25 Oktober 2018.
Dia ditangkap di Pendopo Kabupaten Cirebon, di Jalan Siliwangi Cirebon, dan langsung ditetapkan tersangka.
Penangkapan itu atas dugaan menerima suap.
Penyidik mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai, bukti setoran miliaran rupiah, dan yang lainnya.
Sunjaya juga menerima pemberian dari pejabat di Pemkab Cirebon melalui ajudan dan sekretaris pribadi, yang diduga uang hasil jual beli jabatan.
Modus yang diduga digunakan adalah pemberian setoran pada bupati selaku pejabat yang dilantik.
Ada juga uang dari hasil fee lainnya, disimpan dalam rekening atas nama orang lain yang digunakannya sebagai rekening penampungan.
Saat sidang di Pengadilan Tipikor, Sunjaya Purwadi Sastra divonis bersalah dengan hukuman 7 tahun penjara serta denda Rp 1 miliar.
Pada putusan hakim, disebutkan Sunjaya menerima uang senilai Rp 64 miliar dan telah menyamarkan harta hasil kejahatannya melalui TPPU Rp 37 miliar.
Uang didapatkan dari hasil gratifikasi berupa setoran pejabat Pemkab Cirebon, dari proyek galian C, mempermulus izin proyek kawasan industri, dan kejahatan korupsi lainnya.
Dia tidak terima. Sunjaya kemudian mengajukan banding. Namun, hasil tak sesuai yang diharapkannya.
Justru Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Bandung memutuskan hukumannya diperberat menjadi 9 tahun kurungan penjara.
Hal paling diingat juga dari Sunjaya adalah, ia menjadi bupati yang paling singkat.
Pada periode kedua dia juga terpilih. Namun baru 15 menit setelah ia dilantik, langsung dinonaktifkan, seusai divonis bersalah kasus korupsi.
Selanjutnya, sang istri, Wahyu Tjiptaningsih yang akrab dipanggil Ayu, ditunjuk menjadi Wakil Bupati Cirebon, sebagai pengganti antar waktu periode 2019-2024.
Dia dipilih oleh DPRD Kabupaten Cirebon untuk mengisi kekosongan yang terjadi.
Kekosongan ini karena suaminya yang baru 15 menit dilantik langsung dicopot, akhirnya digantikan oleh Wakil Bupati, Imron Rosyadi.
Akhirnya posisi Wakil Bupati kosong. Pemilihan wakil bupati akhirnya dilakukan di DPRD.
Wahyu Tjiptaningsih saat itu bersaing dengan Cunadi. Dua nama ini direkomendasikan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
Hasil voting di DPRD menunjukkan, Ayu memperoleh suara 36, Cunadi 1 suara, dan 10 suara dinyatakan tidak sah.
Wahyu Tjiptaningsih dilantik Ridwan Kamil sebagai Wakil Bupati Cirebon pada 10 Februari 2021.
Pada pilkada bupati tahun 2008, Sunjaya sempat maju menjadi calon Bupati Cirebon dari jalur independen, namun gagal.
Adapun Sunjata hingga saat ini masih mendekam dipenjara akibat kasus suap.
Daftar Nama 4 Anak Sunjaya Purwadi Sastra, Tidak Ada Nama Pegi Setiawan
Inilah daftar anak Sunjaya Purwadi Sastra yang dikaitkan di kasus Vina Cirebon, tak ada nama Pegi Setiawan.
Sunjaya memiliki 4 anak, masing-masing Satria Robi Saputra, Sela Syahvira Amalia, Resyah Prima Hanjaya, dan Ramadani Syahputra.
Mengutip Posbelitung.co, terkait tuduhan keluarga Sunjaya terlibat juga sudah dibantah oleh sang istri, Wahyu Tjiptaningsih.
Dia memastikan tidak ada anaknya yang menjadi pelaku dalam perkara tersebut.
Tak hanya Wahyu, anaknya bernama Ramadhani Sastra juga membantah tuduhan itu.
Dia mengatakan, saat peristiwa itu, Sabtu 27 Agustus 2016 silam, Ramadhani baru berusia 11 tahun.
Tidak kurang lengkap, bantahan juga disampaikan Satria Robi Saputra.
Dia saat ini menjadi kepala desa di salah satu daerah di Cirebon juga membantah semua tuduhan itu.
Kecurigaan Nitizen Tak Terbukti, Pegi Cianjur Bukan Anak Sunjaya
Hasil tes DNA Pegi Cianjur diumumkan oleh Dedi Mulyadi.
Hasil tes DNA Pegi Cianjur menyatakan bahwa ia bukanlah anak mantan Bupati Cianjur Sunjaya Purwadi Sastra.
Kecurigaan netizen tak terbukti.
Kecurigaan netizen yang mengindikasikan Pegi Setiawan Cianjur terbukti salah.
Pegi Setiawan asal Cianjur pun bisa bernapas lega setelah hasil tes DNA keluar.
Seperti apa reaksi Cecep, ayah Pegi Setiawan Cianjur terhadap hasil ini mengingat dirinya juga diseret-seret oleh isu bahwa Pegi adalah anak titipan Sunjaya Purwadi Sastra.
Berkat hasil tes DNA tersebut, segala tudingan miring yang dialamatkan pada Pegi Cianjur sirna.
Sebelumnya, Pegi Cianjur ramai dituduh terlibat dalam kasus Vina Cirebon lantaran berstatus sebagai anak mantan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra.
Gara-gara tuduhan tersebut, ayah Pegi Cianjur, Cecep Dahlan Setiawan pun membantahnya dengan tegas.
Semula, bantahan Cecep sempat dianggap remeh publik.
Namun kini, Cecep dan sang istri, Elisna bisa tenang karena hasil tes DNA Pegi Cianjur telah keluar.
Hasilnya adalah 99,99 persen Pegi Cianjur adalah anak kandung dari Cecep dan Elisna.
Hasil tes DNA Pegi Cianjur dibacakan langsung oleh Pegi Setiawan dan Dedi Mulyadi.
Seperti diketahui, Mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi adalah fasilitator yang membiayai tes DNA Pegi Setiawan.
Memegangi amplop hasil tes DNA Pegi Cianjur, ayah Pegi Setiawan, Rudi pun semringah.
Sambil terbata-bata, Rudi lantas membacakan hasil tes DNA Pegi Cianjur di samping Dedi Mulyadi.
"Bukti ilmiah ini menunukkan bahwa 23 alel lokus marka STR yang dianalisis dari terduga ibu Elisna, cocok dengan alel maternal dari anak Pegi Setiawan."
"Dengan demikian probabilitas Elisna sebagai ibu biologis dari Pegi Setiawan adalah 99,999 persen," ungkap Rudi dikuttip pada Minggu (14/7/2024)
"Bukti ilmiah ini menunukkan bahwa 26 alel lokus marka STR yang dianalisis dari terduga ayah Cecep D Setiawan, cocok dengan alel paternal dari anak Pegi Setiawan."
"Dengan demikian probabilitas Cecep D Setiawan sebagai ayah biologis dari Pegi Setiawan adalah 99,999 persen," sambungnya.
Selesai membacakan hasil tes DNA Pegi Cianjur, Rudi pun mengangkat dua jempolnya pertanda puas.
Pun dengan Dedi Mulyadi yang lega karena akhirnya segara tuduhan miring soal Pegi Cianjur bisa lepas.
"Sudah ke laboratorium Genos untuk mengambil tes DNA Pegi Setiawan Cecep Cianjur, selesai," kata Rudi.
"Jadi Pegi Setiawan bebas dari tersangka, Pegi Setiawan Cianjur bebas dari tuduhan dan bully-an, serta kecurigaan," imbuh Dedi Mulyadi.
Tak berselang lama dari keluarnya hasil tes DNA tersebut, Cecep pun diberi kabar.
Akhirnya tahu hasil tes DNA sang putra, Cecep tersenyum semringah.
"Alhamdulillah positif, (Pegi Cianjur) anak kandung (saya)," ujar Cecep sembari memegang tangan Pegi Cianjur.
"Yang selama ini (Pegi Cianjur) dituduh titipan dari Bupati Cirebon kan asumsinya. Alhamdulillah bukan, (Pegi Setiawan) anak pribadi," kata Cecep.
(Bangkapos.com/TribunnewsBogor.com/Posbelitung.co)

Posting Komentar
Posting Komentar