Ungkap Profil Thomas Matthew Crooks, Tersangka Penembakan Donald Trump, Benar Punya Riwayat Kriminal?

Thomas Matthew Crooks ((tangkapan layar WTVR CBS 6))


Dalam perkembangan terbaru dari insiden penembakan di kampanye Donald Trump, FBI telah mengidentifikasi pelaku sebagai Thomas Matthew Crooks.


Video yang diunggah oleh CBS News mengungkapkan detail lebih lanjut mengenai latar belakang dan motif Crooks dalam percobaan pembunuhan ini.


Profil Thomas Matthew Crooks


Thomas Matthew Crooks, seorang pria dengan riwayat kriminal dan gangguan mental.


Diketahui, dalam aksinya tersebut Matthew Crooks bertindak sendirian.


Insiden terjadi saat Trump sedang berpidato di depan pendukungnya di Pennsylvania.


Tembakan yang dilepaskan Crooks mengenai bagian atas telinga kanan Trump, namun mantan presiden tersebut berhasil selamat.


Kabar terbaru mengenai kondisi Trump kini stabil setelah mendapatkan perawatan medis.


Direktur FBI, Christopher Wray, menyatakan bahwa Crooks memiliki ideologi ekstremis dan ketidakpuasan politik yang mendorongnya untuk merencanakan serangan ini.


"Ini adalah tindakan yang direncanakan dengan matang dan dilakukan dengan niat untuk menyebabkan kekacauan," ujar Wray dalam konferensi pers.


Pelaku berhasil dilumpuhkan oleh Secret Service di tempat kejadian dan tewas akibat luka tembak.


Penyelidikan lebih lanjut oleh FBI menemukan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa Crooks telah mempersiapkan serangan ini selama beberapa bulan.


"Kami menemukan catatan dan bukti lain yang menunjukkan niat pelaku untuk melakukan tindakan kekerasan pada saat kampanye politik," tambah Wray.


Disisi lain, Presiden Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris segera mengecam insiden tersebut dan menyerukan persatuan nasional.


"Kekerasan tidak memiliki tempat dalam demokrasi kita," tegas Biden.


Harris juga menyatakan bahwa seluruh bangsa harus bersatu untuk menolak tindakan kekerasan dan menjaga proses demokrasi tetap aman dan damai," Ungkap Presiden Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris.


Ivanka Trump, putri Donald Trump, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang memberikan dukungan kepada ayahnya.


"Kita harus mengutuk kekerasan ini dan berkomitmen untuk menjaga keamanan dalam setiap aspek kehidupan kita," tulisnya di media sosial.


Insiden ini menggarisbawahi pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi antara berbagai lembaga keamanan dalam melindungi tokoh-tokoh penting guna memastikan keselamatan publik.


FBI dan Secret Service berjanji akan terus melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mencegah ancaman lebih lanjut terhadap mantan presiden atau kegiatan politik lainnya.*** (*)

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter