Rakyat Malaysia digemparkan dengan penemuan jenazah gadis muda berusia 25 tahun bernama Nur Farah Kartini pada Senin (15/7/2024).
Jenazahnya ditemukan di ladang kelapa sawit kawasan Kampung Sri Kledang, Hulu Selangor, Malaysia.
Sebelum ditemukan meninggal, Nur Farah Kartini dilaporkan hilang sejak Rabu (10/7/2024).
Mahasiswi Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) ini menghilang setelah mengantarkan mobil sewaan kepada pelanggan.
Nur Farah Kartini gadis Malaysia dibunuh pacar polisi
Ia terakhir kali terlihat menggunakan baju seragam kerja warna biru, berhijab, dan memakai jaket warna hitam.
Kini polisi Malaysia telah menahan terduga tersangka yang diketahui merupakan pacar korban.
Yang lebih mengejutkan, tersangka adalah seorang anggota polisi berpangkat Lans Koperal berusia 26 tahun.
Terduga tersangka kini dalam masa penahanan hingga 22 Juli 2024 mendatang dalam rangka membantu penyelidikan polisi.
Enam Abang Merasa Kehilangan
Nur Farah Kartini adalah anak bungsu dari tujuh bersaudara.
Keenam kakaknya semua laki-laki, kini harus kehilangan satu-satunya adik perempuan.
Menurut Mohd Farriza, salah satu kakak Farah Kartini, adiknya itu seharusnya pulang kampung pada akhir bulan ini.
Mohd Farriza telah membelikan tiket pesawat untuk terbang ke kampung halaman mereka di Miri, Serawak, Malaysia.
Bahkan teman-teman sekampung Farah telah berencana menjemputnya di bandara di hari kepulangan.
Sayang niatan itu tak akan pernah terlaksana.
Mohd Farriza juga bercerita kontak terakhir dengan adiknya terjadi sebelum Farah menghilang.
Keduanya berkomunikasi melalui WhatsApp, Farah berkata tak sabar segera pulang ke rumah dari perantauannya.
Dikenal Sosok yang Cerdas
Farah Kartini baru saja menamatkan pendidikan tingginya di UPSI pada akhir 2023 lalu.
Ia dikenal sebagai mahasiswi cerdas dan berhasil lulus dengan IPK sempurna, 4,0.
Melalui media sosialnya, Farah Kartini sempat mengunggah curhatan di hari wisuda.
Dalam unggahan itu ia bersyukur lantaran telah berhasil lulus tepat waktu.
Misteri kehilangan seorang mantan pelajar Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) (mStar)
"Dimulainya bab baru.
Alhamdulillah perjuangan empat tahun sudah tamat.
Banyak cobaan sepanjang waktu perkuliahan, tapi Alhamdulillah masih dikuatkan jiwa dan raga untuk bertahan.
Terimakasih juga untuk sahabat yang selalu ada di saat susah dan senang.
Berjuang menyelesaikan tugas, laporan, dan bersiap mencari kerja.
Jadi sekarang kita road to convo.
Kepada bunda tersayang, anak bunda sudah besar," tulis Farah Kartini dalam unggahan itu.
Selain pintar, Farah juga sosok yang ulet dalam mencari tambahan penghasilan.
Ia diketahui bekerja di sebuah toko percetakan di kawasan Tanjung Malim, Perak.
Farah juga membantu bisnis penyewaan mobil milik sang pacar yang kini jadi tersangka.
Unggahan Terakhir di Thread
Di media sosial, netizen mencoba mengungkap penyebab kematian wanita tersebut melalui postingan yang dibuatnya di aplikasi Threads setelah polisi memastikan tersangka adalah pacar korban.
“Saya curiga pembunuhnya ada hubungannya dengan status screenshot aplikasi Thread terakhir Allahyarhamah sebelum dia menghilang dan ditemukan terbunuh kemarin (Senin),” tulis seorang wanita sebelum postingannya menjadi viral.
Nur Farah Kartini pada 8 Juli hari Senin lalu, yakni tiga hari sebelum dilaporkan hilang Rabu, menulis di aplikasi Thread sebuah kalimat tentang 'kekecewaan' yang menimbulkan tanda tanya.
Putus asa hanya karena kecewa dan terbuang sia-sia, tulis Nur Farah Kartini dalam postingan tersebut.
Misteri kehilangan seorang mantan pelajar Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) temukan titik terang tersangkanya (mStar)
Pada hari Senin, polisi menemukan mayat wanita tersebut di perkebunan kelapa sawit, Kampung Sri Kledang, Hulu Selangor, pada pukul 6 sore.
Menyusul kejadian tersebut, polisi menangkap seorang pria berusia 26 tahun yang juga merupakan kekasih korban dan tersangka ditahan selama tujuh hari untuk membantu penyidikan berdasarkan Pasal 302 KUHP.
Kapolres Selangor, Datuk Hussein Omar Khan pun membenarkan, tersangka merupakan anggota polisi berpangkat Kopral Lance yang bertugas di Slim River, Perak.
Almarhum Nur Farah Kartini asal Miri, Sarawak, juga mantan mahasiswa Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) hilang sejak 10 Juli setelah mengantarkan mobil sewaan ke pelanggan.
Hilangnya korban yang merupakan mantan mahasiswa Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) kemudian dibuat laporan polisi pada pukul 01.56.
Korban dilaporkan terakhir kali terlihat mengenakan pakaian korporat berwarna biru, berkerudung, dan celana panjang hitam. (Tribun Trends)




Posting Komentar
Posting Komentar