Tangis trauma kesedihan terdengar jelas dari kecelakaan di Tol Indralaya-Prabumulih KM 48 pada Senin (15/7/2024) malam.
Kecelakaan tersebut menyebabkan dr Bela Riski Dinanti (30).
Dokter teladan peringkat ke 2 se-Sumsel tahun 2024 itu telah berpulang . Lihatlah , bagaimana kondisi mobilnya yang rinsek .
dr Bela Riski Dinanti (30) tewas dalam kecelakaan di Tol Indralaya-Prabumulih KM 48 pada Senin (15/7/2024) malam
Dalam sebuah video yang diterima sripoku.com berdurasi 27 detik pada hari Senin (15/7/2024) malam.
Terlihat dua buah mobil minibus yang ringsek.
Satu mini bus dengan plat nomor polisi, BG 20 PZ tampak tidak terlalu rusak.
Sementara mobil lainnya Innova dengan nomor polisi BG 1127 DT rusak berat.
Kejadian naas itu terjadi pada Senin malam, sekitar pukul 20.20 WIB.
Dimana dari video yang beredar tampak dua buah mobil minibus jenis Innova yang ringsek.
Satu mini bus warna Hitam dengan plat nomor polisi, BG 20 PZ milik Kepala Bappeda Kabupaten PALi tampak tidak terlalu rusak.
Sementara mobil lainnya dengan nomor polisi BG 1127 DT.
Kemudian terdengar isak tangis seorang lelaki melarang warga untuk mengambil foto salah satu korban yang telah meninggal.
"Jangan foto kak, lah sudah meninggal," ungkap pria tersebut sambil menangis.
Kemudian, warga tersebut mengalihkan kameranya ke salah satu pelat mobil minibus dengan Nopol berwarna Merah dengan mengatakan bahwa kejadian itu di Tol Indralaya- Prabumulih.
Begini Awal Kejadian
Polisi mengungkapkan , kecelakaan tersebut menjadi kecelakaan beruntun yang mengakibatkan beberapa korban .
Dan dr Bela Riski Dinanti menjadi korban yang meninggal dunia .
Peristiwa tersebut menjadi atensi karena melibatkan banyak kendaraan .
Kondisi mobil dr Bela Riski Dinanti ringsek yang mengakibatkan ia terluka parah .
Kasat Lantas Polres Muaraenim, AKP Trifonia Situmorang mengungkapkan kronologi kejadian kecelakaan di tol Indralaya-Prabumulih.
Diketahui, kejadian ini, menyebabkan dr Bela Riski Dinanti (30) tewas dalam kecelakaan.
Menurut AKP Trifona, untuk sementara diduga ketiga kendaraan tersebut melaju dari gerbang tol Palembang menuju gerbang tol Prabumullih.
Sesampainya di lokasi kejadian, pengemudi kendaraan Kijang Innova BG 1121 DY yakni Dwiky Rido Akbar diduga lalai atau tidak fokus dan terkejut ketika melihat kendaraan truk fuso di depannya, sehingga membanting stir dan menabrak ke median tengah lalu hilang kendali, dan masuk ke bawah kiri truk di depannya.
Kemudian datang dari arah belakang kendaraan Innova BG 20 BZ dan menabrak kendaraan Innova BG 1121 DY di depan nya, dengan posisi akhir semua kendaraan berada di L2.
"Kami menghimbau kepada seluruh pengguna jalan agar dapat mematuhi ketentuan dan tata tertib yang berlaku di jalan tol, berkendara di kecepatan maksimal 80 km/jam, mengecek kondisi kendaraan sebelum mengemudi, memastikan berkendara dalam kondisi prima dan tidak mengemudi dalam kondisi mengantuk, serta selalu setuju bahwa keselamatan adalah nomor satu," tegasnya.
Diketahui, dalam peristiwa ini, selain menyebabkan dr Bela tewas, dua orang lainnyapun mengalami luka.
Polisi menduga, kecelakaan ini terjadi karena kelalaian para pengendara.
Suami korban diketahui bernama Dwiki Ridho Akbar (29) diduga kurang fokus saat mengemudikan mobilnya, sehingga menyebabkan lakalantas beruntun.
Adapun yang terlibat lakalantas beruntun tersebut adalah Pengemudi Mobil Kijang Innova BG 1121 DY atas nama Dwiki Ridho Akbar, warga Jl R.A Kartini, Kelurahan Pasar 2, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, menderita luka di telinga kanan, luka lecet tangan kiri dan tangan kanan.
Penumpang Mobil Kijang Innova BG 1121 DY atas nama dr Bela Riski Dinanti (30) istri Dwiki Ridho Akbar meninggal dunia ditempat.
Lalu, Pengemudi Mobil Kijang Innova BG 20 PZ atas nama Joni (48) PNS Pemkab PALI warga Jl Mesuji 1, Kecamatan Sematang Borang, kota Palembang dan Penumpangnya yang duduk dibangku depan Mobil Kijang Inova BG 20 PZ atas nama Yenni (49) serta Penumpang yang duduk Bangku Tengah Mobil Kijang Innova BG 20 PZ atas nama M. Joddy Nafilah (19) yang mengalami nyeri kaki sebelah kanan dan keduanya adalah warga Jl Mesuji 1, Kecamatan Sematang Borang, kota Palembang.
Kemudian, pengemudi mobil truck BG 8978 S atas nama Bendro Saputra Irawan (32) warga Lubuk Kerumpang Saling, Kabupaten Empat Lawang, Sumsel dan penumpang mobil truck BG 8978 S atas nama Alpianto (30) warga Desa Tanjung Makmur, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang.
"Kecelakaan beruntun yang melibatkan truk tronton dengan plat nomor kendaraan BG 8978 S, kendaraan Kijang Innova dengan plat nomor kendaraan BG 1121 DY dan Kendaraan Kijang Innova BG 20 PZ, di KM 48+500 jalur A, Ruas Tol Indralaya – Prabumulih tadi malam," kata Kasat Lantas Polres Muaraenim, AKP Trifonia Situmorang, Selasa (16/7/2024).
dr Bela Riski (30) warga Jalan R.A. Kartini Kelurahan Pasar II, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim tewas di lokasi kejadian.
Diketahui, dr Bela merupakan Kasi pelayanan RSUD Semendo Darat Laut (SDL) Kabupaten Muara Enim yang baru pulang dari tanah suci untuk bertugas sebagai pendamping haji.
Mendengar kabar duka tersebut, ratusan pelayat tampak memadati rumah duka dr Bela Riski.
Suasana duka menyelimuti rumah duka.
Tampak keluarga dan handai tolan silih berganti mengucapkan belasungkawa atas kepergian korban yang sangat tiba-tiba.
Tampak tenda, kursi dan papan namu ucapan belasungkawa telah berbaris rapi di sepanjang Jl RA Kartini.
Menurut Suhardi SH Mkn alias Bodong yang merupakan paman korban mengatakan bahwa korban dikenalnya dari kecil karena masih satu kampung.
Dan korban adalah anak tunggal dari pasangan Iskandar dan Rasmiyati.
Dan selama mengenalnya korban adalah orang baik.
Bahkan korban menyabet sebagai dokter teladan peringkat ke 2 se-Sumsel tahun 2024.
"Saya tahu, korban meninggal kecelakaan langsung dari suami korban yang mengatakan bahwa ia mengalami kecelakaan dan istrinya meninggal," ujarnya.
Dikatakan Bodong, bahwa ia awalnya sempat kaget ketika mendengar keponakannya kecelakaan dan meninggal.
Sebab rencananya keluarganya akan menyambut korban pulang dari haji yang sudah 42 hari pergi melaksanakan tugas sebagai Nakes Pendamping haji.
"Korban meninggalkan dua anak perempuan yang masih kecil-kecil. Suami korban adalah Brigpol Dwiky Rido Akbar anggota Satintelkam Polres Muara Enim yang merupakan anak AKBP Purn Andi Julianto. Sampai saat ini, korban masih di rumah sakit Prabumulih, kami menunggu dirumah duka," jelasnya.
Kecelakaan maut terjadi di Tol Indralaya-Prabumulih tepatnya di KM 48.
Seorang dokter yanng bertugas pendamping haji asal Muara Enim, yakni dr. Bela meninggal dunia di lokasi kecelakaan.
Diketahui dr. Bela menjabat sebagai Kasi pelayanan RSUD Semendo Darat Laut (SDL) Kabupaten Muara Enim. (*)

Posting Komentar
Posting Komentar