Dengan suara gemetar, sosok yang paling dicari-cari dalam kasus Vina Cirebon, RT Pasren akhirnya muncul ke publik.
Pria renta bernama lengkap Abdul Pasren itu baru-baru ini angkat bicara seraya menanggapi isu dirinya kabur dan sembunyi dari kasus Vina Cirebon.
Kemunculan RT Pasren terjadi setelah dirinya dilaporkan ke Mabes Polri atas dugaan kesaksian palsu.
RT Pasren dilaporkan oleh keluarga para terpidana kasus tewasnya Vina dan Eky.
Seperti diketahui, dalam amar putusan, Pasren bercerita bahwa lima terdakwa kasus Vina tidak tidur di rumahnya saat malam tewasnya Vina dan Eky di tahun 2016.
Bahkan RT Pasren mengaku ia didatangi keluarga para terpidana yakni Eko Ramdhani, Hadi, Jaya, Supriyanto, dan Eka Sandy untuk membebaskan para terpidana.
Namun kesaksian RT Pasren itu justru dibantah mentah-mentah oleh keluarga terpidana.
Gara-gara hal tersebut, keluarga terpidana pun melaporkan RT Pasren ke Mabes Polri.
Akhirnya RT Pasren Muncul
Berminggu-minggu bungkam, Abdul Pasren akhirnya buka suara untuk pertama kalinya di hadapan publik.
Dalam unggahan TikTok jurnalis Abraham Silaban, RT Pasren membantah dirinya menghilang setelah kasus Vina Cirebon ramai dibahas lagi.
Kendati demikian, RT Pasren mengakui bahwa ia tidak menempati rumah tinggalnya di Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.
"Saya, nama Abdul Pasren, mantan Ketua RT 02, bahwa saya tidak menghilang dari tempat. Jadi, ada di suatu tempat," ungkap RT Pasren.
Dicecar soal alasannya susah ditemui awak media, RT Pasren mengurai alibi.
Namun saat menjelaskan alibinya, RT Pasren tampak gugup seraya gelagapan kala disorot kamera.
Sambil gelagapan, akhirnya RT Pasren buka suara soal kasus Vina Cirebon. RT Pasren pun mengurai alasannya menghilang hingga dituding kabur. (Kolase Tribun Bogor/Tribun Jabar)
"Untuk demi kenyamanan, jadi saya tidak menempati rumah sendiri. Supaya untuk kenyamanan saya, supaya aman," imbuh RT Pasren.
Dengan suara gemetaran, RT Pasren akhirnya jujur bercerita kenapa selama ini ogah tampil ke media.
Ternyata RT Pasren pilu melihat kondisi sang istri yang kepikiran akan nasib suaminya.
"Tidak ada di tempat, demi kenyamanan, hati saya sampai baru setengah bulan ke sini," akui RT Pasren.
"Istri saya sampai nangis saja. Ya kepikiran, banyak yang nyari," sambungnya.
Terlanjur Dilaporkan
Sementara RT Pasren kini muncul dan mengurai alibi, hal tersebut tak mengubah keputusan para keluarga terpidana.
Terlanjur gusar, para eluarga terpidana pun membongkar kebohongan RT Pasran.
"Yang saya laporkan itu karena pengakuan pak RT itu keluarga memberikan iming-iming uang, bilangnya disuruh berkata bohong alias mengarang cerita. Padahal kami datang ke situ untuk meminta bapak RT Abdul Pasren suruh jujur kalau memang anak-anak itu tidur di rumah Pak Pasren tolong jujur," ungkap Aminah perwakilan keluarga terpidana di Bareskrim Polri.
Dilaporkan keluarga terpidana, RT Pasren tak gentar.
Melalui pengacaranya yakni Pitra Romadoni, RT Pasren pun tetap konsisten pada kesaksiannya delapan tahun lalu.
"Keterangan itu telah ia (RT Pasren) berikan di muka persidangan di Pengadilan Negeri Cirebon yang di bawah sumpah," pungkas Pitra pengacara RT Pasren.
Baca berita lain TribunnewsBogor.com di Google News
Ikuti saluran Tribunnews Bogor di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t


Posting Komentar
Posting Komentar