Di mana Aep Rudiansyah (31) berada?
Sosok yang paling dicari-cari ini, seperti hilang ditelan bumi.
Padahal, saat kasus Vina Cirebon mencuat, dia bersaksi soal Pegi Setiawan (28) sebagai pelaku pembunuhan.
Setelah Pegi bebas dari tuduhan, Aep menghilang meski sudah diajak bertemu.
Ternyata, ayah Aep memberikan pengakuan mengejutkan soal keberadaan anaknya.
Aep dan ayahnya tinggal di kawasan Cikarang, Bekasi.
Saat didatangi politikus Dedi Mulyadi, dia mengungkapkan fakta yang tak diduga-duga sebelumnya.
Ayah Aep menjelaskan putranya, merupakan anak sulung di keluarga kini tidak ada di rumah.
Ia menyebut Aep berada di Bandung, tepatnya di Polda Jabar.
Mendengar jawaban ayah Aep, Dedi Mulyadi kaget bukan kepalang.
"Aep di mana?" tanya Dedi Mulyadi.
"Di Bandung, di Polda," jawab ayah Aep.
"Ngapain di Polda?" ucap Dedi Mulyadi.
Pria berkacamata itu menjelaskan, kalau Aep hanya sesekali pulang ke Cikarang.
Ia kemudian mengatakan Aep kerap dijemput oleh pihak Polda Jabar.
Pengakuan ayah Aep, semakin membuat Dedi Mulyadi kebingungan.
"Pulang ke Cikarang sebentar, terus balik ke Polda lagi," ucap ayah Aep.
"Masa diam di Polda tapi enggak ditahan?" tanya Dedi Mulyadi.
"Dijemput mulu, emang di Polda terus," imbuhnya.
Ayah Aep tapi tak bisa menjelaskan lebih terperinci soal maksud dan tujuan Aep kerap dijemput ke Polda Jabar.
Ia lalu mengatakan kala Aep tidak tidur di Polda Jabar, namun di sebuah indekos.
"Kan enggak bisa diem aja di Polda kalau bukan tahanan mah?" tanya Dedi Mulyadi.
"Jadi diemnnya mah di kosan di Bandung," ucap ayah Aep.
Saat ditanya siapa yang membayari biaya indekos Aep, sang ayah mengaku tak tahu menahu.
Pasalnya sepengetahuan Dedi Muyadi, Aep tidak memiliki pekerjaan.
Dedi Mulyadi menduga-duga biaya indekos Aep, ditanggung oleh pihak Polda Jabar.
"Yang bayar kosannya siapa?" tanya Dedi Mulyadi.
"Enggak tahu deh," kata ayah Aep.
"Kan enggak kerja," celetuk Dedi Mulyaid.
"Kalau itu mah saya kurang paham," jawab Ayah Aep
"Dia kan dianter jemput (Polda Jabar). Dia biayain juga kali?" ucap Dedi Mulyadi.
"Enggak tahu saya," kata Ayah Aep sambil tertawa.
Sebelumnya diberitakan, ayah kandung Aep mengaku anaknya tak pernah cerita apapun.
"Jarang dia, istilahnya ngomong ini itu gak pernah, gak pernah sama sekali," kata ayah Aep kepada Dedi Mulyadi dikutip dalam tayangan KDM Channel, Jumat (12/7/2024).
Dia mengatakan sebagai ayah waswas terhadap nasib Aep.
"Hati mah waswas, namanya juga anak. Jangankan manusia, binatang juga soal anak mah tahu," ujarnya.
Menurutnya, Aep tidak pernah mengeluh terkait masalah hidup yang membelitnya.
"Cerita panjang lebar gak pernah ke saya mah, paling, duh pusing, duh pusing, gitu," katanya.
Sebelumnya diberitakan, Aep mengaku mengetahui sesaat sebelum pelaku melakukan pembunuhan Vina Cirebon dan Eki.
Aep mengatakan, motor yang dikendarai Eki dan Vina Cirebon terlebih dulu dilempar pelaku.
Kemudian, pelaku menggiring korban ke suatu tempat untuk dieksekusi.
Lalu, ketika Pegi Setiawan ditangkap aparat Polda Jabar, Aep mengenali sosok Pegi tersebut.
Menurutnya, Pegi kerap bersama para pelaku lain di tempat tongkrongan tak jauh dari SMPN 11 Cirebon.
Lantaran pengakuan Aep itulah, Pegi dan 8 orang lain ditangkap polisi.
Tujuh orang masih ditahan karena hukuman seumur hidup dan satu lagi bebas pada 2022 lalu.
Kini Aep dicari publik termasuk Pegi Setiawan yang bebas dari jeratan tersangka Polda Jabar.
Kehidupan Aep mulai ramai dikulik oleh netizen.
Salah satunya adalah kanal YouTube FKR PROJECT.
Kanal ini membongkar kehidupan Aep, yang ternyata pernah membuat paspor pada tahun 2018.
Dari dokumen yang diperoleh, FKR PROJECT, Aep membuat paspor pada tanggal 18 Desember 2018 di Karawang.
Di paspor itu tertulis nama Aep Rudiansyah, lahir di Purwakarta, 28 September 1993.
Paspor itu berlaku hingga 18 Desember 2023.
Sementara, kasus pembunuhan Vina Cirebon terjadi pada 27 Agustus 2016.
Tidak diketahui jelas tujuan Aep membuat paspor tersebut, tujuannya kemana.
Fakta lain, Aep juga pernah bekerja sebagai sopir ambulans Desa Karang Asih, Cikarang Utara, Bekasi.
Kehidupan lain yang dibongkar tentang Aep adalah, dia merupakan anggota geng motor XTC.
XTC merupakan komunitas motor yang diikuti almarhum Eki.
Selanjutnya, dari foto-foto yang diperoleh netizen, Aep juga diduga memiliki usaha toko sandal.
Aep disebut juga memiliki nama lain Abie.
Seperti diketahui, Aep dilaporkan keluarga terpidana pembunuhan Vina Cirebon ke Mabes Polri, Rabu (10/7/2024).
Laporan itu bernomor LP/B/227/VII/2024/SPKT/Bareskrim Polri tertanggal 10 Juli 2024.
(Tribunjakarta.com/posbelitung.co/tribunbogor.com)

Posting Komentar
Posting Komentar